Dosen dan Mahasiswa Teknik Komputer Unand Hadirkan Inovasi IoT untuk Konservasi Reptil di Kebun Binatang Kinantan

Bukittinggi, 20 Januari 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Departemen Teknik Komputer, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas, berhasil mengimplementasikan dua inovasi teknologi berbasis digital di Kebun Binatang Kinantan, Bukittinggi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program PkM tahun 2025 yang diketuai oleh Pramawahyudi, S.Kom., M.T., dengan anggota terdiri atas dosen dan mahasiswa dari berbagai bidang keahlian: sistem tertanam, Internet of Things (IoT), dan multimedia digital.

Dua solusi utama yang dihadirkan dalam pengabdian ini adalah:

  1. Sistem Monitoring IoT untuk Pemantauan Suhu dan Kelembaban Kandang Reptil, dan
  2. Papan Informasi Digital Berbasis LED sebagai Media Edukasi Konservasi.

Reptil, sebagai hewan ektotermik, sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang stabil. Fluktuasi suhu dan kelembaban di luar ambang aman dapat menyebabkan stres fisiologis, penurunan imunitas, bahkan kematian. Sebelumnya, pemantauan di Kebun Binatang Kinantan masih dilakukan secara manual, sehingga rentan terlambat dalam merespons kondisi kritis.

Melalui sistem IoT yang dikembangkan, setiap kandang kini dilengkapi sensor DHT22 yang terhubung ke mikrokontroler ESP32 dan Arduino R3. Data suhu dan kelembaban dikirim ke dashboard web, memungkinkan petugas memantau kondisi kandang secara real-time dari mana saja. Sistem juga memberikan notifikasi otomatis saat parameter melebihi ambang batas aman.

Selain itu, tim juga memasang papan informasi digital berbasis LED P10 di lokasi strategis—gerbang utama dan area kandang reptil. Papan ini menampilkan konten edukatif seperti “Ular Tidak Punya Telinga” dan “Jangan Beri Makan Sembarangan”, yang dapat diperbarui secara instan melalui aplikasi smartphone. Hasil observasi menunjukkan bahwa 76% pengunjung menyatakan papan LED jauh lebih menarik dibanding papan statis konvensional, dengan waktu berhenti rata-rata 2–3 menit.

Kegiatan ini melibatkan dua kunjungan lapangan:

  • 4 Agustus 2025: survei, wawancara dengan dokter hewan, dan pengukuran baseline kondisi kandang;
  • 06 September 2026: instalasi perangkat, uji coba, pelatihan teknis, dan serah terima simbolis kepada Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, yang mewakili pemerintah daerah selaku pembina lembaga konservasi.

Sebanyak 6 staf operasional Kebun Binatang Kinantan telah dilatih secara mandiri dalam mengoperasikan, memperbarui, dan merawat kedua sistem. Mereka juga menerima panduan teknis lengkap dalam bentuk cetak dan digital.

“Kami berharap solusi ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan satwa, tetapi juga memperkuat peran Kebun Binatang Kinantan sebagai pusat edukasi konservasi modern berbasis teknologi,” ujar Pramawahyudi.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Departemen Teknik Komputer dalam mengintegrasikan ilmu teknologi dengan isu-isu sosial dan lingkungan, sekaligus mendukung transformasi digital di lembaga konservasi Sumatera Barat. Rencana pengembangan lanjutan pada 2026 mencakup automasi respons lingkungan (misalnya: heater dan humidifier otomatis).

Transformasi Administrasi Desa, Dosen Teknik Komputer Terapkan Sistem Absensi berbasis Fingerprint serta Monitoring Kehadiran Pegawai di Desa Sikapak Timur – Pariaman

Tim dosen dan mahasiswa dari Departemen Teknik Komputer, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa penerapan sistem absensi pegawai berbasis fingerprint yang terintegrasi dengan sistem monitoring kehadiran secara realtime berbasis web di Kantor Desa Sikapak Timur, Kota Pariaman. Program ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola administrasi dan kedisiplinan kerja pegawai desa melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih digunakannya metode pencatatan kehadiran manual dan sistem absensi yang belum terintegrasi dengan platform digital. Kondisi tersebut menyulitkan proses rekapitulasi data kehadiran, berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, serta menghambat proses pemantauan kehadiran pegawai oleh pimpinan desa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian merancang dan mengimplementasikan sistem absensi berbasis fingerprint sebagai alat pencatatan kehadiran yang akurat dan aman.

Setiap pegawai desa kini melakukan absensi menggunakan pemindai sidik jari, sehingga data kehadiran tercatat secara otomatis dan tidak dapat dimanipulasi. Data tersebut kemudian disinkronkan ke dalam sistem monitoring berbasis web yang dapat diakses secara realtime melalui dashboard online. Melalui dashboard ini, kepala desa dan operator administrasi dapat memantau kehadiran pegawai harian, melihat rekap bulanan, serta mencetak laporan absensi secara cepat dan praktis.

Sistem monitoring kehadiran dikembangkan menggunakan teknologi web modern dengan framework Next.js dan platform backend Firebase. Pemilihan teknologi ini memungkinkan sistem berjalan ringan, responsif, serta dapat diakses melalui berbagai perangkat, baik komputer maupun telepon pintar. Selain implementasi sistem, tim pengabdian juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada perangkat desa agar sistem dapat digunakan dan dikelola secara mandiri.

Kepala Desa Sikapak Timur menyambut baik pelaksanaan program ini karena dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan transparansi dan efisiensi kerja pegawai desa. Dengan adanya sistem absensi fingerprint dan monitoring kehadiran berbasis web, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih tertib, profesional, dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, Universitas Andalas kembali menegaskan perannya dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang modern dan berbasis teknologi.